Jumat, 05 Februari 2010

pahala dan dosa ibaratkan cermin

Jul 30
BAZIGHA DAN PESONA YUSUF
Umum No Comments »

Pada mulanya adalah sebuah kekaguman.
Seorang wanita jelita nan kaya raya terpesona akan keindahan Yusuf alaihis salam yang ramai dibicarakan orang.
Rasa kagum tersebut membawanya menemui sang pujaan. Mata menjadi
silau dan bibir pun menjadi kelu; sorot mata sang pujaan menghujam kalbu sehingga kata-kata tak mampu melukiskan sebuah ketakjuban.

Bazigha, demikian nama wanita tersebut, jatuh pingsan dibuai pesona dan keindahan Yusuf. Lepas dari puncak keterpesonaannya, Bazigha bangun dan berlutut seraya memuja ketampanan dan keindahan Yusuf.

Yusuf melangkah mendekati Bazigha. Diiringi senyumnya yang menawan Yusuf menasehati Bazigha, “Ketika matamu melihat keindahan dunia ini, sesungguhnya itu adalah sepercik tanda (ayat) tentang Dia. Makhluk yang indah hanyalah sekuntum bunga nan mekar di sebuah taman Allah yang luas tak bertepi.
Jika matamu mampu melihat dibalik kesempurnaan itu, tentulah engkau akan melihat bahwa kuntum bunga itu tak lain hanyalah cermin yang memantulkan gambaran wajah-Nya.”

“Begitulah Bazigha,” Yusuf melanjutkan kalimatnya yang menghentak kesadaran sang jelita, “penampilanku pada hakekatnya adalah bagaikan kuntum bunga itu; pantulan wajah ilahi. Namun engkau mesti menyadari bahwa gambar akan memudar, kuntum bunga akan beranjak layu dan pantulan cermin pun akan tertutup oleh Cahaya ilahi. Hanya Allah sajalah yang hakiki dan abadi.”

“Untuk itu, duhai Bazigha… mengapa engkau buang waktumu untuk mengagumi sesuatu yang akan lenyap dan pudar. Pergilah langsung ke sang Sumber tanpa menunda-nunda lagi.” Bazigha terperangah. Boleh jadi dia terkejut mendapati bahwa sosok nan sempurna dihadapannya ternyata tidaklah hakiki; hanya sekuntum bunga yang akan layu dan pantulan cahaya yang tertutup oleh kebesaran Maha Cahaya; Cahaya di atas cahaya (nur ‘ala nur). Keterpesonaannya ternyata baru pada level “asesoris”; belum “substantif”.

Boleh jadi kita seperti Bazigha. Kita terpesona pada hal-hal yang tidak hakiki. Lihatlah diri kita…betapa kita terpesona akan gelar akademik yang kita miliki, harta dan anak yang menemani kita, isteri cantik yang melayani kita bahkan sandang, pangan dan papan yang menjadi incaran kita.

Seperti Yusuf yang menasehati Bazigha, mengapa kita tidak langsung berjalan menuju sumber segala pesona.
Mengapa kita habiskan waktu kita hanya untuk mengejar kenikmatan kuntum bunga yang akan layu. Lepaskan ego diri kita, buang rasa
takjub kita, dan berjalanlah menuju-Nya.

Boleh jadi di ujung perjalanan nanti, kita akan terkejut melihat keindahan-Nya yang hakiki nan abadi. Pada mulanya adalah kekaguman dan pada akhirnya adalah: Subhanallah! Maha Suci Allah!
.
kiriman dari INDAH NUR AMALIA ( nabila_cute at yahoo.com)
Jul 29
AIR TAWAR DI KEDALAMAN SAMUDRA
Umum 1 Comment »

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)

Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.

Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.

Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.

Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” artinya “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.

Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.

Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.
.
Sumber: dari berbagai media
Jul 29
Makan Bersama Anak Yang Menyenangkan oleh MUSTONI
Umum No Comments »

Makan bersama keluarga terutama anak-anak akan menjadi saat menyenangkan. Tak usah khawatir jika tidak tiap hari bisa makan bersama anak-anak. Yang penting acara makan jadi menyenangkan. Bagaimana caranya?
Meja makan merupakan tempat terpenting untuk menjalin kehangatan dan kebersamaan dengan anak-anak. Saat makan anak-nak bisa bebas menceritakan pengalamananya di sekolah atau apa saja yang ia suka. Demikian juga orang tua bisa menanggapi atau memberi pujian.
Tak usah risau jika anak-anak tak menghabiskan makanannya, yang paling penting justru kominikasi dan suasana bersama mereka.
Beberapa pertanyaan berikut mungkin sering Anda tanyakan atau alami:
1. Suatu saat anak saya sering merasa lapar. Di lain waktu ia susah sekali makan. Apa yang saya harus lakukan?
Selera anak-anak cenderung untuk berubah hari ke hari. Anak-anak cenderung menyukai makanan kecil sepanjang hari selama perut mungil mereka kenyang. dan lalu Biarkanlah anak-anak mengatur porsi makanan yang akan dimakan sesuai dengan rasa laparnya. Sudah hal biasa jika suatu saat ia hanya mau ayam goreng saja selama seminggu. Yang perlu orang tua tahu apa yang dibutuhkan mereka.. Sebaiknya monitor saja perkembangan dan kesehatannya setiap hari.
2. Anak saya tampaknya hanya mau memakan sandwich selai kacang atau macaroni keju. Mereka menolak makanan baru. Bagaimana saya bisa membuat mereka mencoba makanan lainnya?
Tawarkan makanan baru saat mereka lapar. Bujuklah dengan sabar, “Oh, makanan ini sangat enak, mau coba sedikit?”. Jika makanan baru seirng disajikan akhirnya ia akan terbiasa dan mau mencoba. Dibutuhkan 7 kali mencoba makanan baru sebelum akhirnya mereka menyukainya, jadi bersabarlah!
3. Ayah saya menyuruh saya untuk menghabiskan makanan saat saya kecil. Apakah saya harus memaksa anak saya melakukan hal yang sama?
Jangan pernah memaksa anak untuk makan, juga jangan membuat makanan sebagai hukuman. Hidangkan seporsi kecil makanan bergizi danbiarkan mereka memakan sampai kenyang. Memaksa anak menghabiskan makanan bisa mengakibatkan obestitas dan akan membentuk suatu perlawanan anak.
4.Satu-satunya cara dimana saya dapat membuat anak saya makan sayuran adalah dengan menyogok anak dengan dessert. Apakah ini baik?
Memakai dessert untuk menyogok bukan tindakan bijaksana karena bisa membuat pola makan anak jadi berantakan. Ajak saja anak memilih sayuran dan mengajaknya menyiapkan makanan pilihannya. Anda juga bisa mengenalkan kahsiat sayuran pada mereka. Dessert yang sehar\t dari yoghurt dna buah segar bisa jadi suguhan sehat buat mereka.
5. Anak saya ingin mencoba segala jenis fast food yang mereka lihat di TV yang saya tahu itu tidak sehat. Apa yang harus saya lakukan?
Batasi waktu menonton TV pada anak. Sebuah riset di Amerika memperlihatkan bahwa anak-anak sering meminta makanan yang mereka lihat di TV. Iklan tersebut memang sangat pintar menarik minat anak-anak muda. Oleh karenanya batasi waktu menonton televisi atau video tidak lebih dari 2 jam setiap harinya.
6. Anak balita saya sangat suka bermain dengan makanan daripada makan di meja dan setelah itu kelaparan. Apa yang harus saya lakukan?
Tidak semua anak-anak makan pada waktunya. Jika seoarang anak tidak terlihat lapar, jauhkan mereka dari piring dan ijinkan mereka untuk menggambar atau melakukan berbagai aktivitas di meja saat yang lain menikmati makanan mereka. Jika nanti ia lapar bisa Anda beri camilan sehat.
7. Anak saya sangat pemilih saat makan. Apa yang harus saya lakukan?
Cara mengatasinya, ajak mereka memilih makanan kesukaannya. Seperti belanja, menyiapkan makanan dan membuat makanan. Bisa juga mengajak anak berkebun, menanam sayuran sehingga ia tahu benar sayuran yang dimakan adalah yang ditanamnya.

8. Saya khawatir akan kadar pestisida pada buah-buahan dan sayuran. Apakah aman untuk anak-anak? Apakah saya harus membeli makanan organik?
Makanan organik yang bebas pestisida harganya relative mahal. Karena itu cuci bersih semua sayuran dengan air mengalir sebelum diolah. Belilah produk tradisional yang tak memakai pestisida.
9. Apakah gula tidak baik untuk anak? Bagaimana dengan pemanis buatan?
Gula memang rasanya manis enak tetapi harus diwas[adai karena gula mengandung banyak kalori. Selain itu gula juga bisa menyebabkan kerusakan gigi. Pemanis buatan hanya bisa dikonsumsi oleh anak-anak dengan masalah tertentu, misalnya diabetes.
10. Apakah zat aditif pada makanan berbahaya?
Sebenarnya zat aditif yanga da pada makanan asal digunakan dalam takaran yang pas tidak ebrbahaya. Selain itu jumlahnya juga sangat kecil dalam porsi makanan.
.
sumber: dari berbagai media