WWW.VIVANEWS.COM
Sabtu, 2 Oktober 2010 | 17:21 WIB
Nasional, Jawa Timur
Umat Ahmadiyah Tetap Salat di Masjid Terbakar: Traumatis tidak, tapi pasti terganggu. Ibadah tidak mungkin ditinggal
Sabtu, 2 Oktober 2010, 15:51 WIB
Antique, Dwifantya Aquina
Jemaah Ahmadiyah di Surabaya (www.perisai.net)
VIVAnews - Jemaah Ahmadiyah di Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik,Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, tetap menjalankan ibadah di mesjid yang dibakar massa, Jumat malam kemarin.
"Kami tetap akan menjalankan ibadah di masjid tersebut seperti biasanya," kata Sekretaris Pers Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Zafrullah Ahmad Pontoh kepada VIVAnews.com di Yayasan Lembaga Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta, Sabtu, 2 Oktober 2010.
"Traumatis tidak, tapi pasti terganggu. Ibadah tidak mungkin ditinggal, selama masjid masih layak, tetap akan digunakan untuk beribadah," tambahnya.
Zafrullah juga menegaskan tidaklah benar isu yang menyatakan salah satu anggota jemaah Ahmadiyah telah menusuk warga hingga tewas dan lantas memicu penyerangan dan pembakaran Masjid Ahmadiyah di Kampung Cisalada, Bogor. "Yang terjadi adalah penyerangan sepihak, tidak ada bentrok. Jadi, peristiwa itu adalah murni penyerangan," ujarnya.
Dia mengakui, saat penyerangan itu terjadi jemaah Ahmadiyah menyelamatkan diri ke rumah kerabat mereka dan tidak ada bantuan evakuasi dari pihak keamanan. "Tidak benar ada evakuasi, jemaah menyelamatkan diri dan berinisiatif ke rumah kerabatnya di desa yang sama," tutur Zafrullah.
Zafrullah menambahkan, peristiwa penyerangan tersebut secara tiba-tiba terjadi dalam dua gelombang. Gelombang pertama serangan terjadi sekitar pukul 19.15 WIB oleh 50 orang. Selanjutnya terjadi setengah jam kemudian. Kali ini penyerang bertambah banyak hingga ratusan orang.
Akibat penyerangan itu, selain masjid, lima rumah jemaah Ahmadiyah terbakar bersama satu mobil dan dua motor lainnya. Sementara itu, jemaah Ahmadiyah mengaku telah melaporkan kejadian itu ke Polsek Ciampea hingga dua kali, namun bantuan dari aparat keamanan terlambat dan baru datang 1,5 jam setelahnya. (sj)
Rabu, 06 Oktober 2010
Ahmadiyah adalah suatu jamaah (yang mengaku) Islam, yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad. Seorang keturunan bangsawan dari Persia dan Indiapada tahun 1889. Sepeninggal dari pendirinya, kepemimpinan Ahmadiyah diteruskan oleh khalifah-khalifahnya.Sehingga saat ini telah memasuki kekhalifahan yang ke-5, dan pusat dari jamaah ini bertempat di Negara Pakistan. Namun, dikarenakan khalifahnya mendapat ancaman pembunuhan dari penguasa maka semenjak dari tahun 90-an, khalifah Ahmadiyah mengendalikan dirinya dari kegiatannya untuk hijrah ke London. Selain itu, aktivitas keagamaan dari pengikut jamaah Ahmadiyah sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan aktivitas keagamaan umat Islam pada umumnya. Seperti syahadat yang mereka ucapkan, sholat yang mereka kerjakan, kiblat mereka dan kesadaran mereka akan kewajiban puasa, zakat, dan haji, serta rukun iman maupun rukun islam, sama sekali tidak ada bedanya dengan umat Islam pada kebanyakan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh tokoh-tokoh JAI seperti KH. Zafrullah Ahmad Pontoh, ( ketua mubaligh JAI ), Dudung Abdul Latief ( sekum PB JAI ), Mubarik Ahmad (sekertaris ummur mubaligh JAI ), H. Rahmat Syukur Maskawan (sekertaris ummur Ammah bagian umum PB JAI ), dan masih banyak lagi yang lainnya. Menuirut pengakuan mereka syahadat serta Al-Qur’an adalah kitab suci, bukan tadzkirah yang hanya merupakan sebuah kumpulan pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad yang di tulis oleh muridnya. Serta pemahamannya tentang Nabi Muhammad SAW, beliau merupakan “Khataman Nabiyyin, tidak akan ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW”. Selain daripada itu, aqidah Ahmadiyah bermuara kepada rukun Islam yang 5 dan rukun iman yang 6, yang umumnya menjadi element utama Islam. Menurutnya, mesjid adalah rumah Allah, dimana mesjid merupakan tempat untuk memuliakan dan mengagungkan Asma Allah. Sehimngga jamaah Ahmadiyah dapat beribadah (shalat), di mesjid mana saja yang dibangun oleh siapa saja, oleh pemerintah atau pun oleh masyarakat dan begitu pun sebaliknya. Dalam teologi Ahmadiyah, merujuk pada hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, “ Seluruh permukaan bumi ini adalah mesjid kecuali kuburan dan kamar mandi,” (HR. Tirmidzi).
Pertama kali Aliran Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an, sudah menuai pro dan kontyra yang berkepanjangan. Banyak perdebatan resmi terjadi antara Ahmadiyah dan Ulama Islam lainnya, dan yang terbesar adalah di Jakarta pada tahun 1933 sampai Indonesia merdeka pun konflik antara Ahmadiyah dan kelompok Islam lainnya makin meruncing. Namun pada tahun 1953 pemerintah mengesahkan jamaah Ahmadiyah sebagai Badan Hukum Republik Indonesia. Adapun masyarakat yang pro terhadap aliran ini di antaranya adalah Lamardy. Lamardy (63) salah seorang pimpinan Ahmadiyah, ia sendiri terlibat di Ahmadiyah karena sudah turun temurun dari pihak keluarganya sendiri. Lamardy menyakini Ghulam Ahmad merupakan seorang Nabi setelah Nabi Muhammad SAW, dan alasannya ia menyatakan hal demikian karena berdasarkan sejarah pula bahwa kehadiran Nabi memang kerap di tolak oleh kaumnya seperti halnya Nabi Isa saja di kejar-kejar mau di bunuh dan di salib. Belajar dari sejarah itulah kebanyakan kaum Ahmadi menganggap hal ini biasa terjadi pada seorang Nabi. Kemudian menurutnya, pemahaman dari para ulama lah yang membuat penafsiran Al-qur’an menjadi salah, dan hanya tafsiran Ahmadi yang terbaik. Sedangkan mengenai kehadiran kitab tadzkirah menurutnya merupakan kumpulan wahyu dari 84 buku yang pernah diterbotkan oleh Ghulam Ahmad yang di baharui oleh muridnya setelah wafatnya Ghulam.
Selain itu, di Yogyakarta puluhan orang di aliansi Yogya untuk Indonesia Damai (Aji Damai) menggelar aksi penolakan pembubaran Ahmadiyah, dengan alasan pembubaran Ahmadiyah telah menyalahi konstitusi, sehingga menimbulkan intimidasi dan kekerasan. Padahal, agama mengajarkan Hak Asasi Manusia terhadap keyakinan mereka yang berhak memilih agama yang sesuai dengan pemikiran mereka tersebut. Serupa hal tiu Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa ia menyesali adanya tindak kriminal terhadap agama sehingga menimbulkan kerugian pada harta-harta yang dimiliki oleh pengikut Ahmadiyah yang tidak bersalah. Masih banyak lagi yang pro terhadap sekte ini. Oleh karena itu perlunya bukti-bukti yang memperkuat aliran mereka bukanlah aliran sesat harus di segera di adakan forum diskusi terbuka agar perihal ini dapat segera diselesaikan tanpa adanya kekerasan.
Bedasarkan kelompok pro ini mereka membuktikan bahwasanya ibadah yang dilakukan oleh jamaah Ahmadi tidak jauh berbeda dengan ibadahnya umat Islam lainnya. Namun, jika di teliti kembali terhadap Al-Qur’an yang mereka miliki memang ada perbedaan yang signifikan dalam memberikan petunjuk manusia kedepannya maka akan cepat pengaruhnya pada aspek kehidupan manusia sebagai pengikutnya. Akan tetapi, zakat, puasa, serta haji yang dilaksanakan belum tentu benar adanya kesamaan 100 % seperti halnya yang diisukan haji yang mereka laksanakan terdapat di India bukan di Mekkah Al-Mukaromah.
Adapun perihal kemunculan aliran Ahmadiyah tidak jauh berbeda dengan kemncula-kemunculan aliran yang terdahulu sebelum mencapai titik kesempurnaan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW hal ini disebabkan oleh faktor kecerdasan yang di miliki oleh tiap pendiri aliran yakni kecerdasan Intelektual, kecerdasan Emosional, kecerdasan Ketidakpuasan, kecerdasan Kultural, kecerdasan Kompetisi. Namun kesamaan yang mereka miliki sudah pasti ada perbedaannya seperti halnya suatu aliran pasti memiliki sebab-sebab dalam mendirikan suatu keyakinan yang aka diikuti oleh pengikut nantinya. Berdasarkan pemikiran mereka masing-masing banyak kelompok Islam pada saat ini diantaranya NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnyaatas dasar ijtihad dari pendirinya sebagai sarana memberantas bid’ah dan khurofat yang pada saat itu masih terasa kental di masyarakat. Akan tetapi tidak demikian dengan Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad tersebut, atas dasar pengakuan dirinya bahwa beliau adalah figur Imam Mahdi yang dikabarkan oleh Rasullullah SAW akan datang di akhir zaman, dengan begitu ia mengklaim dirinya datang atas perintah Allah. Akibatnya kelompok Ahmadiyah ini menimbulkan kontoversi yang sangat besar dan selalu menjadi perbincangan masyarakat yang pro dan yang kontro terhadap sekte ini. Selain itu, perpecahan, serta kebencian dikalangan umat Islam kian memanas tanpa adanya perdamaian dan tidak mewmbeda-bedakan kelompok antar agama. Padahal, Islam adalah keselamatan, ketentraman, dan kesejahteraan, apabila mereka memahami hal itu dengan menyikapi perbedaan yang di antara kelompok yang mengatasnamakan agama.
Sementara itu, perspektif pendidikan lebih mengutamakan kepada HAM dalam beragama, karena manusia diciptakan sebagai manusia yang sempurna dan memiliki fitrah yang tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun dalam menetukan keinginannya yang di dasari oleh hati yang jernih. Adapun masyarakat banyak yang pro dan kontra sudah menjadi hal yang biasa dalam menentukan sikap hidup yang berbeda. Oleh karena itu, sebagaimana mainstream Islam kebanyakan setiap orang harus mengakui dan menerima suatu kelompok yang sudah terlanju\rmenyabar di berbagai kalangan, perkara benar atau tidaknya suatu kelompok tersebut merupakan soal lain bagi masing-masing pemeluk. Pendidikan yang diberikan merupakan salah satu cara agar manusia mengerti dan memahami hidup dalam bermasyarakat. Sebagaimana dalam pendidikan kita duharuskan memiliki sikap toleransi, saling tolong menolong, dan menghargai. Walaupun, aliran Ahmadiyah dengan Ahlussunnah wal jamaah dan aliran lainnya berbeda tidak harus menjadikan perbedaan tersebut sebagai malapetaka melainkan keindahan yang di anugerahkan pada makhluknya. Justru dengan datangnya aliran-aliran yang di anggap sesat merupakan salah satu project case yang dibiarkan oleh Allah untuk menguji seberapa luhur dan tingginya budi pekerti hamba-hamba Allah yang saleh lagi berilmu pengetahuan dalam mengimplikiasikannya pada segala aspek kehidupan manusi tersebut.
Adapun hal berikut mengenai beberapa orang yang menyatakan kontra terhadap sekte ini. Diantaranya MUI yang menyatakan Ahmadiyah sebaiknya mendirikan agama sendiri karena telah menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir setelah Nabi Muhammad SAW dan tadzkirah yang mereka buat sebagai kitab suciny serta pergi hajibagi pengikutnya berada di India bukan di Mekkah Al-Mukarromah. Sehingga hal tersebut berdasarkan keputusan Munas telah ditetapkanbahwasanya aliran Ahmadiyah sebagai aliran yang sesat dan menyesatkan. Sehingga pembubaran aliran ini lebih baik daripada membiarkannya. Oleh karena itu, bagi kita yang tidak menginginkan adanya pembentrokkan sesama umat Islam walaupun beda ajarannya tetap saja jangan semena-mena untuk memaksa kehendak kita terhadap HAM yang berlaku pada konstitusi.
Selain itu, terdapat pula di Yogyakarta 35 kiai dan tokoh ormas Islam berkumpul menadatangani pernyataan sikap mendukung keputusan badan koordinasi pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Bakor Pakem) yang melarang sekte ini melakukan kegiatannya karena menyimpang. Dengan demikian pro dan kontra akan terus menghiasi terhadap aspek kehidupan dalam bermasyarakat di modern ini.
Berdasarkan fakta yang terlihat secara kasat mata bahwasanya Ahmadiyah merupakan suatu aliran yang salah dalam penyebarannya yang dilakukan oleh pendirinya, sehingga memunculkan pro dan kontra yang berkepanjangan. Dengan begitu, orang-orang yang menganut ajaran ini mendapatkan kekerasan tanpa mengetahui apa salah mereka. Hal ini mewajibkan kita sebagai umat Islam yang baik sebelim kita mengecam suatu aliran sesat atau menyesetkan diperlukan halnya suatu penelitian melalui pelajaran yang kita pelajari dari berbagai jendela dunia (buku). Seperti, mempelajari literatur mereka diantaranya adalah:
1. Bagaimana syahadat mereka.
2. Bagaimana tatacara sholat, zakat, puasa dan haji mereka.
3. Bagaimana pandangan mereka terhadap Rasullullah SAW.
4. Bagaimana pandangan mereka terhadap Al-Qur’an.
5. Bagaimana rukun iman dan Islam mereka.
Cara ini cukup mudah sekali, yang di ajarkan Rasullullah pastinya. Bahwa memang ada perbedaan tafsir antara Ahmadiyah dengan Alqur’an yang langsung di utus kepada Nabi Muhammad SAW.
Simpulan
Ahmadiyah merupakan suatu aliran yang mengaku Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad. Aliran ini memiliki cukup besar pengikut jamaah sekte tersebut banyak kelompok Islam yang ada mendirikan suatu aliran atau organisasi berdasarkan ijtihad, akan tetapi Ahmadiyahmengaku atas dasar perintah Allah SWT. Namun, jika mempelajari dari sejarah suatu aliran maka tidak akan ada bentrokkan ataupun perpecahan dalam kekerasan yang di alami oleh orang-orang yang tidak memiliki salah. Oleh karena itu, semua ornag yang hidup di bumi ini berhak bebas dalam memlih agama serta bebas berapresiasi terhadap agama yang di anut oleh mereka masing-massing.
Keterangan:
• Paragraf Pertama Deduktif
• Paragraf Kedua Narasi
• Paragraf Ketiga Deduktif
• Paragraf Keempat Induktif
• Paragraf Kelima Deduktif
• Paragraf Keenam Eksposisi
• Paragraf Ketujuh Non Linier
• Paragraf Kedelapan Induktif
• Paragraf Kesembilan Campuran
Sebagaimana yang dikatakan oleh tokoh-tokoh JAI seperti KH. Zafrullah Ahmad Pontoh, ( ketua mubaligh JAI ), Dudung Abdul Latief ( sekum PB JAI ), Mubarik Ahmad (sekertaris ummur mubaligh JAI ), H. Rahmat Syukur Maskawan (sekertaris ummur Ammah bagian umum PB JAI ), dan masih banyak lagi yang lainnya. Menuirut pengakuan mereka syahadat serta Al-Qur’an adalah kitab suci, bukan tadzkirah yang hanya merupakan sebuah kumpulan pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad yang di tulis oleh muridnya. Serta pemahamannya tentang Nabi Muhammad SAW, beliau merupakan “Khataman Nabiyyin, tidak akan ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad SAW”. Selain daripada itu, aqidah Ahmadiyah bermuara kepada rukun Islam yang 5 dan rukun iman yang 6, yang umumnya menjadi element utama Islam. Menurutnya, mesjid adalah rumah Allah, dimana mesjid merupakan tempat untuk memuliakan dan mengagungkan Asma Allah. Sehimngga jamaah Ahmadiyah dapat beribadah (shalat), di mesjid mana saja yang dibangun oleh siapa saja, oleh pemerintah atau pun oleh masyarakat dan begitu pun sebaliknya. Dalam teologi Ahmadiyah, merujuk pada hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Abu Said Al-Khudri, “ Seluruh permukaan bumi ini adalah mesjid kecuali kuburan dan kamar mandi,” (HR. Tirmidzi).
Pertama kali Aliran Ahmadiyah masuk dan berkembang di Indonesia sejak tahun 1920-an, sudah menuai pro dan kontyra yang berkepanjangan. Banyak perdebatan resmi terjadi antara Ahmadiyah dan Ulama Islam lainnya, dan yang terbesar adalah di Jakarta pada tahun 1933 sampai Indonesia merdeka pun konflik antara Ahmadiyah dan kelompok Islam lainnya makin meruncing. Namun pada tahun 1953 pemerintah mengesahkan jamaah Ahmadiyah sebagai Badan Hukum Republik Indonesia. Adapun masyarakat yang pro terhadap aliran ini di antaranya adalah Lamardy. Lamardy (63) salah seorang pimpinan Ahmadiyah, ia sendiri terlibat di Ahmadiyah karena sudah turun temurun dari pihak keluarganya sendiri. Lamardy menyakini Ghulam Ahmad merupakan seorang Nabi setelah Nabi Muhammad SAW, dan alasannya ia menyatakan hal demikian karena berdasarkan sejarah pula bahwa kehadiran Nabi memang kerap di tolak oleh kaumnya seperti halnya Nabi Isa saja di kejar-kejar mau di bunuh dan di salib. Belajar dari sejarah itulah kebanyakan kaum Ahmadi menganggap hal ini biasa terjadi pada seorang Nabi. Kemudian menurutnya, pemahaman dari para ulama lah yang membuat penafsiran Al-qur’an menjadi salah, dan hanya tafsiran Ahmadi yang terbaik. Sedangkan mengenai kehadiran kitab tadzkirah menurutnya merupakan kumpulan wahyu dari 84 buku yang pernah diterbotkan oleh Ghulam Ahmad yang di baharui oleh muridnya setelah wafatnya Ghulam.
Selain itu, di Yogyakarta puluhan orang di aliansi Yogya untuk Indonesia Damai (Aji Damai) menggelar aksi penolakan pembubaran Ahmadiyah, dengan alasan pembubaran Ahmadiyah telah menyalahi konstitusi, sehingga menimbulkan intimidasi dan kekerasan. Padahal, agama mengajarkan Hak Asasi Manusia terhadap keyakinan mereka yang berhak memilih agama yang sesuai dengan pemikiran mereka tersebut. Serupa hal tiu Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa ia menyesali adanya tindak kriminal terhadap agama sehingga menimbulkan kerugian pada harta-harta yang dimiliki oleh pengikut Ahmadiyah yang tidak bersalah. Masih banyak lagi yang pro terhadap sekte ini. Oleh karena itu perlunya bukti-bukti yang memperkuat aliran mereka bukanlah aliran sesat harus di segera di adakan forum diskusi terbuka agar perihal ini dapat segera diselesaikan tanpa adanya kekerasan.
Bedasarkan kelompok pro ini mereka membuktikan bahwasanya ibadah yang dilakukan oleh jamaah Ahmadi tidak jauh berbeda dengan ibadahnya umat Islam lainnya. Namun, jika di teliti kembali terhadap Al-Qur’an yang mereka miliki memang ada perbedaan yang signifikan dalam memberikan petunjuk manusia kedepannya maka akan cepat pengaruhnya pada aspek kehidupan manusia sebagai pengikutnya. Akan tetapi, zakat, puasa, serta haji yang dilaksanakan belum tentu benar adanya kesamaan 100 % seperti halnya yang diisukan haji yang mereka laksanakan terdapat di India bukan di Mekkah Al-Mukaromah.
Adapun perihal kemunculan aliran Ahmadiyah tidak jauh berbeda dengan kemncula-kemunculan aliran yang terdahulu sebelum mencapai titik kesempurnaan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW hal ini disebabkan oleh faktor kecerdasan yang di miliki oleh tiap pendiri aliran yakni kecerdasan Intelektual, kecerdasan Emosional, kecerdasan Ketidakpuasan, kecerdasan Kultural, kecerdasan Kompetisi. Namun kesamaan yang mereka miliki sudah pasti ada perbedaannya seperti halnya suatu aliran pasti memiliki sebab-sebab dalam mendirikan suatu keyakinan yang aka diikuti oleh pengikut nantinya. Berdasarkan pemikiran mereka masing-masing banyak kelompok Islam pada saat ini diantaranya NU, Muhammadiyah, Persis, dan lainnyaatas dasar ijtihad dari pendirinya sebagai sarana memberantas bid’ah dan khurofat yang pada saat itu masih terasa kental di masyarakat. Akan tetapi tidak demikian dengan Ahmadiyah yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad tersebut, atas dasar pengakuan dirinya bahwa beliau adalah figur Imam Mahdi yang dikabarkan oleh Rasullullah SAW akan datang di akhir zaman, dengan begitu ia mengklaim dirinya datang atas perintah Allah. Akibatnya kelompok Ahmadiyah ini menimbulkan kontoversi yang sangat besar dan selalu menjadi perbincangan masyarakat yang pro dan yang kontro terhadap sekte ini. Selain itu, perpecahan, serta kebencian dikalangan umat Islam kian memanas tanpa adanya perdamaian dan tidak mewmbeda-bedakan kelompok antar agama. Padahal, Islam adalah keselamatan, ketentraman, dan kesejahteraan, apabila mereka memahami hal itu dengan menyikapi perbedaan yang di antara kelompok yang mengatasnamakan agama.
Sementara itu, perspektif pendidikan lebih mengutamakan kepada HAM dalam beragama, karena manusia diciptakan sebagai manusia yang sempurna dan memiliki fitrah yang tidak bisa dipaksakan oleh siapa pun dalam menetukan keinginannya yang di dasari oleh hati yang jernih. Adapun masyarakat banyak yang pro dan kontra sudah menjadi hal yang biasa dalam menentukan sikap hidup yang berbeda. Oleh karena itu, sebagaimana mainstream Islam kebanyakan setiap orang harus mengakui dan menerima suatu kelompok yang sudah terlanju\rmenyabar di berbagai kalangan, perkara benar atau tidaknya suatu kelompok tersebut merupakan soal lain bagi masing-masing pemeluk. Pendidikan yang diberikan merupakan salah satu cara agar manusia mengerti dan memahami hidup dalam bermasyarakat. Sebagaimana dalam pendidikan kita duharuskan memiliki sikap toleransi, saling tolong menolong, dan menghargai. Walaupun, aliran Ahmadiyah dengan Ahlussunnah wal jamaah dan aliran lainnya berbeda tidak harus menjadikan perbedaan tersebut sebagai malapetaka melainkan keindahan yang di anugerahkan pada makhluknya. Justru dengan datangnya aliran-aliran yang di anggap sesat merupakan salah satu project case yang dibiarkan oleh Allah untuk menguji seberapa luhur dan tingginya budi pekerti hamba-hamba Allah yang saleh lagi berilmu pengetahuan dalam mengimplikiasikannya pada segala aspek kehidupan manusi tersebut.
Adapun hal berikut mengenai beberapa orang yang menyatakan kontra terhadap sekte ini. Diantaranya MUI yang menyatakan Ahmadiyah sebaiknya mendirikan agama sendiri karena telah menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi terakhir setelah Nabi Muhammad SAW dan tadzkirah yang mereka buat sebagai kitab suciny serta pergi hajibagi pengikutnya berada di India bukan di Mekkah Al-Mukarromah. Sehingga hal tersebut berdasarkan keputusan Munas telah ditetapkanbahwasanya aliran Ahmadiyah sebagai aliran yang sesat dan menyesatkan. Sehingga pembubaran aliran ini lebih baik daripada membiarkannya. Oleh karena itu, bagi kita yang tidak menginginkan adanya pembentrokkan sesama umat Islam walaupun beda ajarannya tetap saja jangan semena-mena untuk memaksa kehendak kita terhadap HAM yang berlaku pada konstitusi.
Selain itu, terdapat pula di Yogyakarta 35 kiai dan tokoh ormas Islam berkumpul menadatangani pernyataan sikap mendukung keputusan badan koordinasi pengawasan aliran kepercayaan masyarakat (Bakor Pakem) yang melarang sekte ini melakukan kegiatannya karena menyimpang. Dengan demikian pro dan kontra akan terus menghiasi terhadap aspek kehidupan dalam bermasyarakat di modern ini.
Berdasarkan fakta yang terlihat secara kasat mata bahwasanya Ahmadiyah merupakan suatu aliran yang salah dalam penyebarannya yang dilakukan oleh pendirinya, sehingga memunculkan pro dan kontra yang berkepanjangan. Dengan begitu, orang-orang yang menganut ajaran ini mendapatkan kekerasan tanpa mengetahui apa salah mereka. Hal ini mewajibkan kita sebagai umat Islam yang baik sebelim kita mengecam suatu aliran sesat atau menyesetkan diperlukan halnya suatu penelitian melalui pelajaran yang kita pelajari dari berbagai jendela dunia (buku). Seperti, mempelajari literatur mereka diantaranya adalah:
1. Bagaimana syahadat mereka.
2. Bagaimana tatacara sholat, zakat, puasa dan haji mereka.
3. Bagaimana pandangan mereka terhadap Rasullullah SAW.
4. Bagaimana pandangan mereka terhadap Al-Qur’an.
5. Bagaimana rukun iman dan Islam mereka.
Cara ini cukup mudah sekali, yang di ajarkan Rasullullah pastinya. Bahwa memang ada perbedaan tafsir antara Ahmadiyah dengan Alqur’an yang langsung di utus kepada Nabi Muhammad SAW.
Simpulan
Ahmadiyah merupakan suatu aliran yang mengaku Islam yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad. Aliran ini memiliki cukup besar pengikut jamaah sekte tersebut banyak kelompok Islam yang ada mendirikan suatu aliran atau organisasi berdasarkan ijtihad, akan tetapi Ahmadiyahmengaku atas dasar perintah Allah SWT. Namun, jika mempelajari dari sejarah suatu aliran maka tidak akan ada bentrokkan ataupun perpecahan dalam kekerasan yang di alami oleh orang-orang yang tidak memiliki salah. Oleh karena itu, semua ornag yang hidup di bumi ini berhak bebas dalam memlih agama serta bebas berapresiasi terhadap agama yang di anut oleh mereka masing-massing.
Keterangan:
• Paragraf Pertama Deduktif
• Paragraf Kedua Narasi
• Paragraf Ketiga Deduktif
• Paragraf Keempat Induktif
• Paragraf Kelima Deduktif
• Paragraf Keenam Eksposisi
• Paragraf Ketujuh Non Linier
• Paragraf Kedelapan Induktif
• Paragraf Kesembilan Campuran
Jumat, 05 Februari 2010
pahala dan dosa ibaratkan cermin
Jul 30
BAZIGHA DAN PESONA YUSUF
Umum No Comments »
Pada mulanya adalah sebuah kekaguman.
Seorang wanita jelita nan kaya raya terpesona akan keindahan Yusuf alaihis salam yang ramai dibicarakan orang.
Rasa kagum tersebut membawanya menemui sang pujaan. Mata menjadi
silau dan bibir pun menjadi kelu; sorot mata sang pujaan menghujam kalbu sehingga kata-kata tak mampu melukiskan sebuah ketakjuban.
Bazigha, demikian nama wanita tersebut, jatuh pingsan dibuai pesona dan keindahan Yusuf. Lepas dari puncak keterpesonaannya, Bazigha bangun dan berlutut seraya memuja ketampanan dan keindahan Yusuf.
Yusuf melangkah mendekati Bazigha. Diiringi senyumnya yang menawan Yusuf menasehati Bazigha, “Ketika matamu melihat keindahan dunia ini, sesungguhnya itu adalah sepercik tanda (ayat) tentang Dia. Makhluk yang indah hanyalah sekuntum bunga nan mekar di sebuah taman Allah yang luas tak bertepi.
Jika matamu mampu melihat dibalik kesempurnaan itu, tentulah engkau akan melihat bahwa kuntum bunga itu tak lain hanyalah cermin yang memantulkan gambaran wajah-Nya.”
“Begitulah Bazigha,” Yusuf melanjutkan kalimatnya yang menghentak kesadaran sang jelita, “penampilanku pada hakekatnya adalah bagaikan kuntum bunga itu; pantulan wajah ilahi. Namun engkau mesti menyadari bahwa gambar akan memudar, kuntum bunga akan beranjak layu dan pantulan cermin pun akan tertutup oleh Cahaya ilahi. Hanya Allah sajalah yang hakiki dan abadi.”
“Untuk itu, duhai Bazigha… mengapa engkau buang waktumu untuk mengagumi sesuatu yang akan lenyap dan pudar. Pergilah langsung ke sang Sumber tanpa menunda-nunda lagi.” Bazigha terperangah. Boleh jadi dia terkejut mendapati bahwa sosok nan sempurna dihadapannya ternyata tidaklah hakiki; hanya sekuntum bunga yang akan layu dan pantulan cahaya yang tertutup oleh kebesaran Maha Cahaya; Cahaya di atas cahaya (nur ‘ala nur). Keterpesonaannya ternyata baru pada level “asesoris”; belum “substantif”.
Boleh jadi kita seperti Bazigha. Kita terpesona pada hal-hal yang tidak hakiki. Lihatlah diri kita…betapa kita terpesona akan gelar akademik yang kita miliki, harta dan anak yang menemani kita, isteri cantik yang melayani kita bahkan sandang, pangan dan papan yang menjadi incaran kita.
Seperti Yusuf yang menasehati Bazigha, mengapa kita tidak langsung berjalan menuju sumber segala pesona.
Mengapa kita habiskan waktu kita hanya untuk mengejar kenikmatan kuntum bunga yang akan layu. Lepaskan ego diri kita, buang rasa
takjub kita, dan berjalanlah menuju-Nya.
Boleh jadi di ujung perjalanan nanti, kita akan terkejut melihat keindahan-Nya yang hakiki nan abadi. Pada mulanya adalah kekaguman dan pada akhirnya adalah: Subhanallah! Maha Suci Allah!
.
kiriman dari INDAH NUR AMALIA ( nabila_cute at yahoo.com)
Jul 29
AIR TAWAR DI KEDALAMAN SAMUDRA
Umum 1 Comment »
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” artinya “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.
.
Sumber: dari berbagai media
Jul 29
Makan Bersama Anak Yang Menyenangkan oleh MUSTONI
Umum No Comments »
Makan bersama keluarga terutama anak-anak akan menjadi saat menyenangkan. Tak usah khawatir jika tidak tiap hari bisa makan bersama anak-anak. Yang penting acara makan jadi menyenangkan. Bagaimana caranya?
Meja makan merupakan tempat terpenting untuk menjalin kehangatan dan kebersamaan dengan anak-anak. Saat makan anak-nak bisa bebas menceritakan pengalamananya di sekolah atau apa saja yang ia suka. Demikian juga orang tua bisa menanggapi atau memberi pujian.
Tak usah risau jika anak-anak tak menghabiskan makanannya, yang paling penting justru kominikasi dan suasana bersama mereka.
Beberapa pertanyaan berikut mungkin sering Anda tanyakan atau alami:
1. Suatu saat anak saya sering merasa lapar. Di lain waktu ia susah sekali makan. Apa yang saya harus lakukan?
Selera anak-anak cenderung untuk berubah hari ke hari. Anak-anak cenderung menyukai makanan kecil sepanjang hari selama perut mungil mereka kenyang. dan lalu Biarkanlah anak-anak mengatur porsi makanan yang akan dimakan sesuai dengan rasa laparnya. Sudah hal biasa jika suatu saat ia hanya mau ayam goreng saja selama seminggu. Yang perlu orang tua tahu apa yang dibutuhkan mereka.. Sebaiknya monitor saja perkembangan dan kesehatannya setiap hari.
2. Anak saya tampaknya hanya mau memakan sandwich selai kacang atau macaroni keju. Mereka menolak makanan baru. Bagaimana saya bisa membuat mereka mencoba makanan lainnya?
Tawarkan makanan baru saat mereka lapar. Bujuklah dengan sabar, “Oh, makanan ini sangat enak, mau coba sedikit?”. Jika makanan baru seirng disajikan akhirnya ia akan terbiasa dan mau mencoba. Dibutuhkan 7 kali mencoba makanan baru sebelum akhirnya mereka menyukainya, jadi bersabarlah!
3. Ayah saya menyuruh saya untuk menghabiskan makanan saat saya kecil. Apakah saya harus memaksa anak saya melakukan hal yang sama?
Jangan pernah memaksa anak untuk makan, juga jangan membuat makanan sebagai hukuman. Hidangkan seporsi kecil makanan bergizi danbiarkan mereka memakan sampai kenyang. Memaksa anak menghabiskan makanan bisa mengakibatkan obestitas dan akan membentuk suatu perlawanan anak.
4.Satu-satunya cara dimana saya dapat membuat anak saya makan sayuran adalah dengan menyogok anak dengan dessert. Apakah ini baik?
Memakai dessert untuk menyogok bukan tindakan bijaksana karena bisa membuat pola makan anak jadi berantakan. Ajak saja anak memilih sayuran dan mengajaknya menyiapkan makanan pilihannya. Anda juga bisa mengenalkan kahsiat sayuran pada mereka. Dessert yang sehar\t dari yoghurt dna buah segar bisa jadi suguhan sehat buat mereka.
5. Anak saya ingin mencoba segala jenis fast food yang mereka lihat di TV yang saya tahu itu tidak sehat. Apa yang harus saya lakukan?
Batasi waktu menonton TV pada anak. Sebuah riset di Amerika memperlihatkan bahwa anak-anak sering meminta makanan yang mereka lihat di TV. Iklan tersebut memang sangat pintar menarik minat anak-anak muda. Oleh karenanya batasi waktu menonton televisi atau video tidak lebih dari 2 jam setiap harinya.
6. Anak balita saya sangat suka bermain dengan makanan daripada makan di meja dan setelah itu kelaparan. Apa yang harus saya lakukan?
Tidak semua anak-anak makan pada waktunya. Jika seoarang anak tidak terlihat lapar, jauhkan mereka dari piring dan ijinkan mereka untuk menggambar atau melakukan berbagai aktivitas di meja saat yang lain menikmati makanan mereka. Jika nanti ia lapar bisa Anda beri camilan sehat.
7. Anak saya sangat pemilih saat makan. Apa yang harus saya lakukan?
Cara mengatasinya, ajak mereka memilih makanan kesukaannya. Seperti belanja, menyiapkan makanan dan membuat makanan. Bisa juga mengajak anak berkebun, menanam sayuran sehingga ia tahu benar sayuran yang dimakan adalah yang ditanamnya.
8. Saya khawatir akan kadar pestisida pada buah-buahan dan sayuran. Apakah aman untuk anak-anak? Apakah saya harus membeli makanan organik?
Makanan organik yang bebas pestisida harganya relative mahal. Karena itu cuci bersih semua sayuran dengan air mengalir sebelum diolah. Belilah produk tradisional yang tak memakai pestisida.
9. Apakah gula tidak baik untuk anak? Bagaimana dengan pemanis buatan?
Gula memang rasanya manis enak tetapi harus diwas[adai karena gula mengandung banyak kalori. Selain itu gula juga bisa menyebabkan kerusakan gigi. Pemanis buatan hanya bisa dikonsumsi oleh anak-anak dengan masalah tertentu, misalnya diabetes.
10. Apakah zat aditif pada makanan berbahaya?
Sebenarnya zat aditif yanga da pada makanan asal digunakan dalam takaran yang pas tidak ebrbahaya. Selain itu jumlahnya juga sangat kecil dalam porsi makanan.
.
sumber: dari berbagai media
BAZIGHA DAN PESONA YUSUF
Umum No Comments »
Pada mulanya adalah sebuah kekaguman.
Seorang wanita jelita nan kaya raya terpesona akan keindahan Yusuf alaihis salam yang ramai dibicarakan orang.
Rasa kagum tersebut membawanya menemui sang pujaan. Mata menjadi
silau dan bibir pun menjadi kelu; sorot mata sang pujaan menghujam kalbu sehingga kata-kata tak mampu melukiskan sebuah ketakjuban.
Bazigha, demikian nama wanita tersebut, jatuh pingsan dibuai pesona dan keindahan Yusuf. Lepas dari puncak keterpesonaannya, Bazigha bangun dan berlutut seraya memuja ketampanan dan keindahan Yusuf.
Yusuf melangkah mendekati Bazigha. Diiringi senyumnya yang menawan Yusuf menasehati Bazigha, “Ketika matamu melihat keindahan dunia ini, sesungguhnya itu adalah sepercik tanda (ayat) tentang Dia. Makhluk yang indah hanyalah sekuntum bunga nan mekar di sebuah taman Allah yang luas tak bertepi.
Jika matamu mampu melihat dibalik kesempurnaan itu, tentulah engkau akan melihat bahwa kuntum bunga itu tak lain hanyalah cermin yang memantulkan gambaran wajah-Nya.”
“Begitulah Bazigha,” Yusuf melanjutkan kalimatnya yang menghentak kesadaran sang jelita, “penampilanku pada hakekatnya adalah bagaikan kuntum bunga itu; pantulan wajah ilahi. Namun engkau mesti menyadari bahwa gambar akan memudar, kuntum bunga akan beranjak layu dan pantulan cermin pun akan tertutup oleh Cahaya ilahi. Hanya Allah sajalah yang hakiki dan abadi.”
“Untuk itu, duhai Bazigha… mengapa engkau buang waktumu untuk mengagumi sesuatu yang akan lenyap dan pudar. Pergilah langsung ke sang Sumber tanpa menunda-nunda lagi.” Bazigha terperangah. Boleh jadi dia terkejut mendapati bahwa sosok nan sempurna dihadapannya ternyata tidaklah hakiki; hanya sekuntum bunga yang akan layu dan pantulan cahaya yang tertutup oleh kebesaran Maha Cahaya; Cahaya di atas cahaya (nur ‘ala nur). Keterpesonaannya ternyata baru pada level “asesoris”; belum “substantif”.
Boleh jadi kita seperti Bazigha. Kita terpesona pada hal-hal yang tidak hakiki. Lihatlah diri kita…betapa kita terpesona akan gelar akademik yang kita miliki, harta dan anak yang menemani kita, isteri cantik yang melayani kita bahkan sandang, pangan dan papan yang menjadi incaran kita.
Seperti Yusuf yang menasehati Bazigha, mengapa kita tidak langsung berjalan menuju sumber segala pesona.
Mengapa kita habiskan waktu kita hanya untuk mengejar kenikmatan kuntum bunga yang akan layu. Lepaskan ego diri kita, buang rasa
takjub kita, dan berjalanlah menuju-Nya.
Boleh jadi di ujung perjalanan nanti, kita akan terkejut melihat keindahan-Nya yang hakiki nan abadi. Pada mulanya adalah kekaguman dan pada akhirnya adalah: Subhanallah! Maha Suci Allah!
.
kiriman dari INDAH NUR AMALIA ( nabila_cute at yahoo.com)
Jul 29
AIR TAWAR DI KEDALAMAN SAMUDRA
Umum 1 Comment »
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara televisi `Discovery’ pasti kenal Mr.Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli kelautan (oceanografer) dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam bawah laut untuk ditonton jutaan pemirsa di seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemukan beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat penasaran Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam. Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez. Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laa yabghiyaan…” artinya “Dia biarkan dua lautan bertemu, di antara keduanya ada batas yang tidak bisa ditembus.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas. Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” artinya “Keluar dari keduanya mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera. Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sungguh-sungguh kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika ia pun memeluk Islam.
Allahu Akbar…! Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al `Azhim. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.
.
Sumber: dari berbagai media
Jul 29
Makan Bersama Anak Yang Menyenangkan oleh MUSTONI
Umum No Comments »
Makan bersama keluarga terutama anak-anak akan menjadi saat menyenangkan. Tak usah khawatir jika tidak tiap hari bisa makan bersama anak-anak. Yang penting acara makan jadi menyenangkan. Bagaimana caranya?
Meja makan merupakan tempat terpenting untuk menjalin kehangatan dan kebersamaan dengan anak-anak. Saat makan anak-nak bisa bebas menceritakan pengalamananya di sekolah atau apa saja yang ia suka. Demikian juga orang tua bisa menanggapi atau memberi pujian.
Tak usah risau jika anak-anak tak menghabiskan makanannya, yang paling penting justru kominikasi dan suasana bersama mereka.
Beberapa pertanyaan berikut mungkin sering Anda tanyakan atau alami:
1. Suatu saat anak saya sering merasa lapar. Di lain waktu ia susah sekali makan. Apa yang saya harus lakukan?
Selera anak-anak cenderung untuk berubah hari ke hari. Anak-anak cenderung menyukai makanan kecil sepanjang hari selama perut mungil mereka kenyang. dan lalu Biarkanlah anak-anak mengatur porsi makanan yang akan dimakan sesuai dengan rasa laparnya. Sudah hal biasa jika suatu saat ia hanya mau ayam goreng saja selama seminggu. Yang perlu orang tua tahu apa yang dibutuhkan mereka.. Sebaiknya monitor saja perkembangan dan kesehatannya setiap hari.
2. Anak saya tampaknya hanya mau memakan sandwich selai kacang atau macaroni keju. Mereka menolak makanan baru. Bagaimana saya bisa membuat mereka mencoba makanan lainnya?
Tawarkan makanan baru saat mereka lapar. Bujuklah dengan sabar, “Oh, makanan ini sangat enak, mau coba sedikit?”. Jika makanan baru seirng disajikan akhirnya ia akan terbiasa dan mau mencoba. Dibutuhkan 7 kali mencoba makanan baru sebelum akhirnya mereka menyukainya, jadi bersabarlah!
3. Ayah saya menyuruh saya untuk menghabiskan makanan saat saya kecil. Apakah saya harus memaksa anak saya melakukan hal yang sama?
Jangan pernah memaksa anak untuk makan, juga jangan membuat makanan sebagai hukuman. Hidangkan seporsi kecil makanan bergizi danbiarkan mereka memakan sampai kenyang. Memaksa anak menghabiskan makanan bisa mengakibatkan obestitas dan akan membentuk suatu perlawanan anak.
4.Satu-satunya cara dimana saya dapat membuat anak saya makan sayuran adalah dengan menyogok anak dengan dessert. Apakah ini baik?
Memakai dessert untuk menyogok bukan tindakan bijaksana karena bisa membuat pola makan anak jadi berantakan. Ajak saja anak memilih sayuran dan mengajaknya menyiapkan makanan pilihannya. Anda juga bisa mengenalkan kahsiat sayuran pada mereka. Dessert yang sehar\t dari yoghurt dna buah segar bisa jadi suguhan sehat buat mereka.
5. Anak saya ingin mencoba segala jenis fast food yang mereka lihat di TV yang saya tahu itu tidak sehat. Apa yang harus saya lakukan?
Batasi waktu menonton TV pada anak. Sebuah riset di Amerika memperlihatkan bahwa anak-anak sering meminta makanan yang mereka lihat di TV. Iklan tersebut memang sangat pintar menarik minat anak-anak muda. Oleh karenanya batasi waktu menonton televisi atau video tidak lebih dari 2 jam setiap harinya.
6. Anak balita saya sangat suka bermain dengan makanan daripada makan di meja dan setelah itu kelaparan. Apa yang harus saya lakukan?
Tidak semua anak-anak makan pada waktunya. Jika seoarang anak tidak terlihat lapar, jauhkan mereka dari piring dan ijinkan mereka untuk menggambar atau melakukan berbagai aktivitas di meja saat yang lain menikmati makanan mereka. Jika nanti ia lapar bisa Anda beri camilan sehat.
7. Anak saya sangat pemilih saat makan. Apa yang harus saya lakukan?
Cara mengatasinya, ajak mereka memilih makanan kesukaannya. Seperti belanja, menyiapkan makanan dan membuat makanan. Bisa juga mengajak anak berkebun, menanam sayuran sehingga ia tahu benar sayuran yang dimakan adalah yang ditanamnya.
8. Saya khawatir akan kadar pestisida pada buah-buahan dan sayuran. Apakah aman untuk anak-anak? Apakah saya harus membeli makanan organik?
Makanan organik yang bebas pestisida harganya relative mahal. Karena itu cuci bersih semua sayuran dengan air mengalir sebelum diolah. Belilah produk tradisional yang tak memakai pestisida.
9. Apakah gula tidak baik untuk anak? Bagaimana dengan pemanis buatan?
Gula memang rasanya manis enak tetapi harus diwas[adai karena gula mengandung banyak kalori. Selain itu gula juga bisa menyebabkan kerusakan gigi. Pemanis buatan hanya bisa dikonsumsi oleh anak-anak dengan masalah tertentu, misalnya diabetes.
10. Apakah zat aditif pada makanan berbahaya?
Sebenarnya zat aditif yanga da pada makanan asal digunakan dalam takaran yang pas tidak ebrbahaya. Selain itu jumlahnya juga sangat kecil dalam porsi makanan.
.
sumber: dari berbagai media
Langganan:
Komentar (Atom)
